Kamis, 11 Maret 2010

Inilah Replika Tengkorak Manusia Purba


Laporan wartawan KOMPAS LUCKY PRANSISKA
Minggu, 27 September 2009 | 19:34 WIB
Kompas/Lucky Pransiska
Inilah gambar replika tengkorak Australopithecus afarensis, dipajang di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).

BANDUNG, KOMPAS.com - Inilah gambar replika tengkorak Australopithecus afarensis, dipajang di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9). Australopithecus afarensis adalah seekor hominid punah yang hidup sekitar 3.9 dan 2.9 juta tahun yang lalu di wilayah Timur Afrika yaitu Hadar, Ethiopia.

sumber : KOMPAS.com

arti dari tengkorak

alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447347192982003378" />

Tengkorak adalah struktur tulang pada binatang yang merupakan rangka kepala. Binatang yang memiliki tengkorak dinamai Craniata. Tengkorak menunjang struktur wajah dan melindungi kepala dari luka. Selain melindungi otak, tengkorak juga memberi jarak yang cukup antara kedua mata untuk pandangan stereoskopis, dan menetapkan posisi telinga sehingga otak dapat memperkirakan arah dan jarak suara. Dalam beberapa binatang, tengkorak juga dapat memiliki tanduk yang penting untuk membela diri. Pada manusia, tengkorak dewasa biasanya terdiri dari 22 tulang.


Tengkorak adalah struktur yang kompleks; dengan tulang dibentuk baik oleh intramembranous dan endochondral pengerasan. The skull roof , comprising the bones of the splanchnocranium (face) and the sides and roof of the neurocranium, are formed by intramembranous (or dermal ) ossification, though the temporal bones are formed by endochondral ossification. The tengkorak atap, terdiri dari tulang-tulang splanchnocranium (wajah) dan sisi dan atap neurocranium, dibentuk oleh intramembranous (atau dermal) pengerasan, meskipun tulang temporal dibentuk oleh endochondral pengerasan. The endocranium , the bones supporting the brain (the occipital , sphenoid , and ethmoid ) are largely formed by endochondral ossification. Para endocranium, tulang-tulang mendukung otak (yang oksipital, sphenoid, dan ethmoid) sebagian besar dibentuk oleh endochondral pengerasan. Thus frontal and parietal bones are purely membranous. [ 2 ] The geometry of the cranial base and its fossas: anterior , middle and posterior changes rapidly, especially during the first trimester of pregnancy. Dengan demikian tulang frontal dan parietal murni membran. [2] Para geometri dasar tengkorak dan fossas: anterior, tengah dan posterior berubah dengan cepat, terutama selama trimester pertama kehamilan. The first trimester is crucial for development of skull defects. [ 3 ] Trimester pertama sangat penting untuk pengembangan tengkorak cacat. [3]
The lower inner surface of the neurocranium- 11 weeks' fertilization age Batin bawah permukaan neurocranium-11 minggu usia pembuahan

At birth, the human skull is made up of 404 separate bony elements. Saat lahir, tengkorak manusia terdiri dari unsur-unsur yang kurus 404 yang terpisah. As growth occurs, many of these bony elements gradually fuse together into solid bone (for example, the frontal bone ). Seperti terjadi pertumbuhan, banyak dari unsur-unsur yang kurus ini secara bertahap sekering bersama-sama ke tulang padat (misalnya, tulang frontal). The bones of the roof of the skull are initially separated by regions of dense connective tissue called " fontanels ". Tulang-tulang atap tengkorak yang awalnya dipisahkan oleh wilayah padat jaringan ikat yang disebut "fontanels". There are six fontanels: the one Anterior (or frontal) , one Posterior (or occipital) , two Sphenoid (or anterolateral) , and two Mastoid (or posterolateral) . Ada enam fontanels: yang satu anterior (atau frontal), satu posterior (atau oksipital), dua sphenoid (atau anterolateral), dan dua mastoideus (atau posterolateral). At birth these regions are fibrous and moveable, necessary for birth and later growth. Saat kelahiran daerah ini berserat dan dapat dipindah-pindahkan, yang diperlukan untuk kelahiran dan kemudian pertumbuhan. This growth can put a large amount of tension on the "obstetrical hinge," which is where the squamous and lateral parts of the occipital bone meet. Pertumbuhan ini dapat menempatkan sejumlah besar tegangan pada "engsel obstetri," yang merupakan tempat skuamosa dan lateral bagian tulang oksipital bertemu. A possible complication of this tension is rupture of the great cerebral vein of Galen . Kemungkinan komplikasi ketegangan ini adalah pecahnya pembuluh darah otak besar Galen. As growth and ossification progress, the connective tissue of the fontanelles is invaded and replaced by bone creating sutures . Seperti pengerasan pertumbuhan dan kemajuan, jaringan penghubung dari fontanelles diserang dan digantikan oleh tulang membuat jahitan. The five sutures are the two Squamous, one Coronal, one Lambdoid, and one Sagittal sutures. Lima jahitan adalah dua skuamosa, satu coronal, satu Lambdoid, dan satu sagital jahitan. The posterior fontanel usually closes by eight weeks, but the anterior fontanel can remain open up to eighteen months. Ubun-ubun posterior biasanya menutup oleh delapan minggu, tapi ubun-ubun anterior dapat tetap terbuka sampai delapan belas bulan. The anterior fontanel is located at the junction of the frontal and parietal bones; it is a "soft spot" on a baby's forehead. Ubun-ubun anterior terletak di persimpangan frontal dan tulang parietal, yang merupakan "soft spot" pada dahi bayi. Careful observation will show that you can count a baby's heart rate by observing his or her pulse pulsing softly through the anterior fontanel. Pengamatan yang cermat akan menunjukkan bahwa Anda dapat menghitung detak jantung bayi dengan mengamati atau berdenyut-denyut nadinya pelan melalui ubun-ubun anterior.

Bersumber : Wikipedia

About Tengkorak

gambar dari : CrayonPedia
Kamera panoramik NASA berhasil mengambil foto aneh di permukaan planet Mars. Foto tersebut menunjukkan mata dan hidung yang menyerupai tengkorak manusia. Tentu saja temuan ini menggemparkan.
Rangkaian foto-foto di planet Mars diambil kamera NASA yang disebut Spirit. Sekilas foto aneh itu seperti batu-batu gurun di Mars. Spirit ini yang pertama dari 2 Rovers milik NASA’s Mars Exploration Rover Mission. Ia mendarat di Mars 4 Januari 2004. Tiga bulan sebelumnya pesawat sejenis mendarat di sisi lain dari planet ini.
Setelah dianalisis oleh Michael Middleton, fotografer asal Australia, ada sebuah foto yang mirip tengkorak manusia.
“Ketika foto itu diperbesar, ternyata ada sebuah batu berwarna putih yang memiliki bulatan mata dan lubang hidung. Sedangkan rahang bawahnya tertanam dipasir,” ujarnya.
Menurutnya, batu-batu lain yang ada disekitarnya tidak menunjukkan pola yang sama. Umumnya batu berwarna hitam dan berlubang. Tetapi batu berwarna putih itu lebih mirip tulang daripada batu.
“Tengkorak itu berukuran 15 cm dengan mata terpisah 15 cm. Isi otak diperkirakan mencapai 1400 cc,” katanya,seperti dikutip harian Inggris.
Sebenarnya ada batu berwarna putih yang terletak tidak jauh dari batu yang pertama. Batu itu berbentuk seperti tengkorak kepala juga, tetapi tidak mirip bentuk kepala manusia. Di samping itu ada pula batu berwarna abu-abu yang memiliki dagu kecil dan lubang mata berbentuk persegi panjang dan agak besar, tetapi tidak ada lubang hidungnya. Kedua batu itu diduga tengkorak makhluk aliens.
Middleton menganggap batu-batu yang berwarna putih dan abu-abu itu jelas menunjukkan keanehan dibandingkan batu lain yang berwarna hitam. Harus ada analisis khusus untuk menentukan penyebab perbedaan itu.
“Batu warna putih dan warna abu-abu letaknya berdekatan. Padahal batu itu memiliki ciri tengkorak. Apakah ini suatu kebetulan saja atau ada alasan lain” kilah Middleton.
Lebih jauh dikatakan, areal dimana terdapat batu warna putih dan abu-abu memiliki hamparan pasir yang halus dibandingkan dengan yang lain. Hal mungkin dapat menjelaskan adanya suatu hubungan spesial antara batu warna putih dan abu-abu.
“Saya memiliki dugaan manusia dan aliens pernah hidup berdampingan secara damai di planet Mars yang misterius ini. Memang dugaan ini harus didukung bukti yang lebih akurat. Tetapi sungguh menjengkelkan jika kita hanya menganggap batu putih dan abu-abu itu hanya karena faktor alam belaka,” ujarnya.
Jauh sebelumnya foto aneh di planet Mars pernah terjadi saat Viking 1 pada 1976 mengambil gambar yang menunjukkan bayangan mirip muka manusia. Foto itu sempat menggegerkan dunia. Ketika wilayah itu di foto kembali pada 1998, ternyata gambar mirip wajah manusia itu akibat efek cahaya di planet Mars.
sumber : BaNi MusTajaB